Definisi Kasih

Salam kasih buat semuanya.. Masih dalam suasana hari (yang katanya) hari kasih sayang, kan? Kalian dapet salam kasih nih, dari anak yang udah lebih dari tiga minggu ini lagi penuh kasih karena kerjaannya cuma manja-manja di rumah sambil nonton telenovela 5 jam sehari. Siapa? Iya, aku. Udah telenovela banget, kan?

Pas lagi nonton telenovela itu, tiba-tiba ibuku “ngudang” diriku yang (kata ibuku) imut ini dengan bilang, “saaken aku mbek anakku iki”. Perlu translate? Baiklah, bahasa Indonesianya adalah “kasihan aku sama anakku ini”. “Lah, buat apa coba, kasihan sama aku hahaha”, si gadis imut itu menjawab dengan lugunya (lugu: lucu dan guoblok, kata pak Mario). Kemudian sang ibu menjawab sambil berdiri mau ngentasin jemuran depan rumah, “ya, soalnya ibuk gak bisa ngebahagiain kamu”. Akhirnya, si anak lugu itu cuma terdiam dan merenung. Merenungnya pun kebawa sampe tulisan ini.

Kasih. Kasihan. Kekasih. Terkasih. Terima kasih. Kasih punya saudara kembar tak identik, namanya Sayang. Mereka sering rebutan Song Joong Ki buat jadi pacar mereka. Sebut saja mereka: Kasih Sayang. Kasih juga punya sahabat sejati, sedamar, sesengon, namanya Cinta. Mereka sering ngebaperin drama korea berdua. Sebut saja mereka: Cinta Kasih. Cinta dan Sayang sendiri, kerap terlihat shopping bareng gitu. Orang menyebutnya: saling me(n)Sayang-i dan saling me(n)Cinta-i. –bisya gitu yah, mereka bertiga.

Aku jadi ingat pembicaraanku dengan seorang teman. Sebut saja dia: pak Es. Aku dan pak Es berbicara tentang Cinta dan Sayang yang kerap terlihat shopping bareng tadi. Pak Es menjelaskan definisi Cinta dan Sayang versinya. Sepenangkepanku, intinya, Sayang adalah rasa nyaman. Ketika rasa nyaman itu hilang, rasa sayang itu pun juga akan hilang. Itulah salah satu alasan orang takut untuk nikah; karena udah terlanjur nyaman dengan pacaran zone. Sedangkan Cinta, dia memiliki rasa pengorbanan. Ketika tidak ada kenyamanan, Cintalah yang berjuang untuk menumbuhkan kembali rasa itu. Sehingga, hubungan atas nama Cinta akan tumbuh lebih kuat, dibanding hanya dengan atas nama Sayang #aseek. Nb (1): untuk pak Es, maaf kalau ada definisi yang kurang, maafkan kedangkalan saya hehe. Nb (2): untuk yang gak setuju sama pak Es, plizz, gak usah berusaha mencari pak Es.

Saat itu, pak Es tidak membahas tentang Kasih. Jadi, mari kita bahas si Kasih dengan versi ibuk aku. Memang iya, sepertinya Kasih memang punya hubungan darah dengan sosok Ibu. Masih ingat lagu “Kasih Ibu”? Aku bertanya-tanya, kenapa harus Kasih, bukan Cinta atau pun Sayang. Padahal, aku nyaman bersama ibuk. Sangattt nyamannn malah. Masih tanya pengorbanan ibuk? Masih tanya gimana ibuk berjuang untuk kenyamanan kita? Yang iya, harusnya kita yang nanya, udah berkorban buat ibu apa belum! Ini loh, ini loh! Ketika Cinta berjuang atas nama hubungan, lain dengan Kasih. Cinta berjuang untuk dua insan yang sedang memadu cinta tadi. Cinta namanya, jika tidak ada pihak yang dirugikan dalam hubungan ini. Win-win gitu. Lalu, gimana dengan Kasih? Kasih adalah tak terhingga. Kasih adalah sepanjang masa. Kasih adalah hanya memberi dan tak harap kembali. Kasih adalah bagai sang surya yang menyinari dunia. – by Ibu Sud. Yang perlu digarisbawahi disini adalah “hanya memberi dan tak harap kembali”.

Jadi, sudah jelas, kan, kenapa di atas tadi ibuk ku menyebutkan kata “Kasih” dan bukan yang lain? Kasih sudah mewakili semuanya, rasa sayang, cinta, ketulusan, pengorbanan, ketidakpamrihan, dan rasa yang tidak bisa diungkapkan saking dalemnya rasa itu. Ketika Cinta retak karena tak terbalaskan, Kasih tak akan retak. Semengecewakan apa pun itu, Kasih tak akan pernah enyah…karena definisi “kasih” sangat singkat, padat, dan jelas; IBU.

Adakah yang punya definisi lain? -nod

nod notes, novidwiwr

Advertisements

2 thoughts on “Definisi Kasih

  1. Usi says:

    “Pak Es” ya?😂 kamuflase yg bagus btw👏
    Diksinya bagus nov… Aku bahkan gapernah mikir apa arrti dr ketiganya😅 cuma yg pak es itu doang sempet mikir tp gak nemu konklusinya

    Like

    • nod says:

      Bakal ada Pak Pak yg lainnya us, ditunggu yaa wkwkk.
      Itu semua adalah efek liburan penuh kasih us hahaha.
      Kayaknya kita perlu berbincang sama Pak Es lagi dehh

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s